ANALISIS DAYA SAING EKSPOR TEKSTIL INDONESIA: STUDI KOMPARATIF DENGAN VIETNAM

Authors

  • Winta Depari Universitas Surabaya
  • Idfi Setyaningrum Universitas Surabaya
  • Baiq Dea Rista Wulandari Universitas Surabaya
  • Kenneth Tandra Universitas Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31539/gfzbaf72

Keywords:

Biaya Logistik, Daya Saing Ekspor, Industri Tekstil, Indonesia, Vietnam.

Abstract

Industri tekstil merupakan sektor strategis bagi perekonomian bagi beberapa negara di dunia, namun adakalanya kinerja ekspor masing-masing negara menunjukkan tren yang berbeda secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya saing ekspor tekstil antara Indonesia dengan Vietnam serta mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-komparatif dengan data sekunder periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk mengukur daya saing, Constant Market Share (CMS) untuk mendekomposisi pertumbuhan ekspor, dan Regresi Data Panel untuk menguji pengaruh biaya logistik, energi, upah, dan Free Trade Agreement (FTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing tekstil Vietnam (RCA 1.48) terus meningkat mengungguli Indonesia (RCA 0.92) yang mengalami stagnasi. Analisis CMS mengonfirmasi bahwa faktor daya saing domestik menjadi penentu utama. Hasil regresi menunjukkan bahwa tingginya biaya logistik dan energi di Indonesia berdampak negatif signifikan terhadap ekspor, sementara implementasi FTA memberikan dampak positif bagi Vietnam. Penelitian menemukan bahwa Indonesia perlu memprioritaskan efisiensi logistik, stabilitas biaya energi, dan akselerasi perjanjian dagang untuk memulihkan daya saingnya di pasar global.

References

[1] International Trade Centre (ITC). (2023). Trade Map Database. International Trade Centre.

[2] VOV World. (2024). Vietnam's garment and textile industry welcomes new investment.

[3] World Bank. (2024). World Development Indicators. The World Bank.

[4] Ragimun. (2018). Daya saing ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia dan Vietnam ke Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok. Jurnal.kemendag.go.id.

[5] Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). (2023). Laporan Kinerja Industri Tekstil Nasional.

[6] Krugman, P. R., Obstfeld, M., & Melitz, M. J. (2018). International Economics: Theory and Policy (11th ed.). Pearson.

[7] Balassa, B. (1965). Trade liberalisation and “revealed” comparative advantage. The Manchester School, 33(2), 99–123.

[8] Popovici, N. (2019). The relationship between earnings and labour productivity in textile industry. Industria Textila, 70(1).

[9] International Labour Organization (ILO). (2016). ILOSTAT Database.

[10] Tran, T. M. T., et al. (2024). Comparative analysis of the impacts of CPTPP and EVFTA on Vietnam's textile export activities. VNU University of Economics and Business, 4(2).

[11] Leamer, E. E., & Stern, R. M. (1970). Quantitative International Economics. Allyn and Bacon.

[12] Grunfeld, Y. (1958). The Determinants of Corporate Investment. University of Chicago.

[13] RDP. (1997). Panel data regressions. RDP 9705, Reserve Bank of Australia.

[14] Fagerberg, J., & Sollie, G. (1985). The changing international division of labor in the textile and clothing industry. The Journal of Economic Literature, 23(1), 49–65.

[15] Vietnam News. (2025, August 26). Việt Nam's textile sector threads through record export momentum.

[16] Mordor Intelligence. (2024). Indonesia textiles market analysis: Industry growth, size & forecast report.

[17] Vietnam.vn. (2025). Is Vietnam's electricity price high or low compared to the world?.

Downloads

Published

2026-01-09